SUKABUMI, 14 Mei 2026 – Ketua APPMBGI Sukabumi Raya, Filbi Rinjani, menanggapi pernyataan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terkait Kabupaten Sukabumi yang disebut sebagai salah satu daerah dengan temuan persoalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbanyak.
Menurut Filbi, kondisi tersebut tidak dapat dipandang secara sepihak sebagai bentuk kegagalan daerah, melainkan bagian dari proses evaluasi dan penguatan sistem dalam pelaksanaan program nasional berskala besar.
Ia menjelaskan bahwa luas wilayah Sukabumi serta kompleksitas distribusi dan operasional di lapangan menjadi tantangan tersendiri dalam implementasi Program MBG.
“Justru dari evaluasi ini terlihat bahwa pemerintah serius melakukan pengawasan terhadap kualitas program MBG. Fokus utama saat ini bukan mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana melakukan pembenahan bersama agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ujar Filbi Rinjani kepada media, Kamis (14/05/2026).
Filbi menambahkan, APPMBGI Sukabumi Raya terus melakukan langkah aktif melalui pendampingan, koordinasi, edukasi, hingga penguatan komunikasi antara pelaksana dapur, mitra penyedia, dan pihak terkait agar seluruh proses berjalan sesuai standar pemerintah pusat dan BGN.
Menurutnya, APPMBGI siap menjadi mitra strategis dalam pengawasan serta peningkatan kualitas operasional Program MBG di Sukabumi agar berjalan lebih optimal, profesional, dan tepat sasaran.
Ia juga menegaskan bahwa berbagai evaluasi yang muncul saat ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat sistem, bukan menjadi stigma negatif terhadap daerah.
“Dengan kolaborasi seluruh pihak, kami optimistis Program MBG di Sukabumi dapat berjalan semakin baik demi mendukung kualitas generasi masa depan,” tutupnya. (*)
