BisnisAPPMBGI adalah wadah kolaborasi nasional bagi pengusaha dan pengelola dapur dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis pemerintah.

Makan gizi gratis adalah tentang syukur, integritas, dan investasi masa depan: bersyukur atas rezeki dan makanan bergizi, menjaga amanah program agar tidak diselewengkan demi kesehatan anak bangsa, serta menyadari bahwa gizi seimbang adalah fondasi untuk membangun generasi sehat, cerdas, dan produktif sebagai aset utama negara.
Ini bukan sekadar makanan, tapi upaya menyelamatkan generasi dari stunting dan malnutrisi, mendorong kesadaran akan pola makan sehat, dan memperkuat ketahanan nasional.
Karena itu, kehadiran APPMBGI bakal memastikan bahwa program MBG aman bagi anak-anak, adil bagi para pelaksana di lapangan, dan membanggakan bagi Indonesia.
“Dengan kehadiran APPMBGI, kami ingin menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak ditentukan oleh kebijakan di atas kertas semata, melainkan oleh kekuatan fondasi paling dasarnya, yaitu para pengusaha dan pengelola dapur yang bekerja setiap hari, sering kali tanpa sorotan, demi masa depan anak-anak Indonesia.
Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.M., M.S. M.Si. IPU., ASEAN Eng.

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen menuntaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga selesai selesai. Dia menjamin tidak ada program MBG yang mangkrak. Komitmen ini ditegaskannya di tengah banyaknya pihak yang pesimis program ini akan berjalan dengan sukses.
"Saudara-saudara kita sudah menghasilkan MBG puluhan juta dan kita akan teruskan sampai selesai. Banyak kekurangan kita selesaikan. Banyak yang takut ini berhasil," kata Prabowo saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi strategis, dikutip Kamis (30/4/2026).
Menurut kepala negara, program MBG berdampak luar biasa karena mampu menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat, dengan distribusi lima kali dalam sepekan. Program ini juga dinikmati kelompok rentan seperti ibu hamil dan lanjut usia.
Baca:Membedah Rencana Pembiayaan Utang Belanja Pertahanan hingga Tahun 2029
"Di mana ada negara bisa memberi makan lebih dari 60 juta orang, lima kali seminggu, yang ibu-ibu hamil diantar makan, orang-orang tua, lansia yang tidak berdaya diantar makan. Kasih lihat di mana, negara mana," tutur Prabowo.
Meskipun Prabowo mengakui mungkin ada negara besar yang mampu melakukan hal tersebut seperti China. Namun, lanjut dia, China telah memulainya lebih dahulu. Terbukti, saat ini, banyak negara yang mau belajar mengenai penerapan MBG di Indonesia.
Berkat MBG, kata Prabowo, petani kini mendapat jaminan hasil panennya bisa terbeli oleh SPPG. Tak akan lagi ada cerita petani terpaksa menjual hasilnya ke tengkulak karena takut tidak laku.
"Kita sudah merasakan manfaatnya. Petani-petani yang tadinya hasil panennya tidak terbeli. Begitu dia panen mangga, mangganya tidak diambil, puso, rusak di kebun. Panennya tidak diserap. Tengkulak datang banting harga," papar Prabowo.
Prabowo Subianto, Presiden RI

Asosiasi mendorong agar program MBG tidak hanya berlangsung selama satu periode pemerintahan saja.
ASOSIASI Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (APPMBGI) ingin program makan bergizi gratis terus berlanjut hingga puluhan tahun ke depan. Ketua Umum APPMBGI Abdul Rivai mengatakan salah satu tujuan dibentuknya asosiasi ini adalah untuk mendorong MBG tidak hanya berjalan dalam satu periode pemerintahan.
“Ini menjadi perjuangan kami dari asosiasi bagaimana MBG ini tetap sustain, tidak hanya dalam satu periode kepemimpinan saja, tetapi bagaimana program ini bisa berjalan sampai 25 tahun ke depan,” kata dia di sela acara APPMBGI National Summit yang digelar di Kantor Pusat APPMBGI, Jakarta, pada Sabtu, 25 April 2026. Kendati aspirasi untuk menghentikan MBG kerap ramai di media sosial, Abdul menilai fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Ia mengklaim program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu masih sangat diharapkan masyarakat luas. “Terutama masyarakat yang kurang mampu dan mereka yang memang membutuhkan tambahan pemenuhan kebutuhan gizi,” katanya.
Karena itu, asosiasi mendorong agar program MBG tidak hanya berlangsung selama satu periode pemerintahan saja. Abdul berdalih keberlanjutan program menjadi kunci agar dampaknya terasa, khususnya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Kendati aspirasi untuk menghentikan MBG kerap ramai di media sosial, Abdul menilai fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Ia mengklaim program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu masih sangat diharapkan masyarakat luas. “Terutama masyarakat yang kurang mampu dan mereka yang memang membutuhkan tambahan pemenuhan kebutuhan gizi,” katanya.
Karena itu, asosiasi mendorong agar program MBG tidak hanya berlangsung selama satu periode pemerintahan saja. Abdul berdalih keberlanjutan program menjadi kunci agar dampaknya terasa, khususnya dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dinilai masih memiliki sejumlah celah dalam pelaksanaannya. Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menyebutkan, kritik publik tersebut terutama menyinggung aspek tata kelola, kualitas pelaksanaan, hingga tantangan operasional di lapangan.
Ketua Umum APPMBGI Abdul Rivai Ras menilai program tersebut memang belum sepenuhnya berjalan optimal karena skala implementasinya yang sangat besar. Oleh karena itu, ia mengusulkan adanya tim independen untuk memperkuat pengawasan.
“Sebagai intervensi gizi masyarakat yang dilaksanakan secara masif setiap hari sepanjang tahun, wajar jika masih terdapat berbagai kekurangan dan area perbaikan,” kata Rivai dalam pernyataannya, Minggu (3/5/2026).
Menurutnya, kompleksitas MBG bahkan melampaui penyelenggaraan Pemilu yang bersifat periodik.
“Pemilu saja, meski sudah berulang kali diselenggarakan, masih senantiasa memerlukan evaluasi dan penyempurnaan. MBG harus lebih presisi karena menyangkut asupan gizi harian," imbuhnya.
Meski memiliki potensi besar dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas pembelajaran anak, pelaksanaan MBG dinilai tidak bisa instan. Rivai menyebut perbaikan program membutuhkan proses bertahap berbasis data dan evaluasi berkelanjutan.
Di sisi lain, APPMBGI menilai kritik publik yang muncul justru menjadi indikator adanya persoalan yang perlu segera dibenahi, bukan untuk diabaikan. Rivai menyampaikan bahwa pihaknya mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk lebih responsif terhadap masukan publik.
“Kami mengajak BGN untuk semakin membuka diri. Kritik yang berkembang harus dijadikan energi positif untuk memperbaiki tata kelola, rantai pasok, kualitas bahan baku, serta standar higiene dan nutrisi,” kata Rivai.
Salah satu usulannya adalah pembentukan Tim Asistensi Independen guna mendampingi BGN dalam mengawal jalannya program.
Tim tersebut diharapkan mampu menghadirkan rekomendasi berbasis riset, sistem monitoring berbasis data, serta solusi teknis dari berbagai pemangku kepentingan.
“APPMBGI siap berkontribusi aktif dan memberikan dukungan penuh apabila diperlukan. Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil merupakan kunci keberhasilan program ini,” pungkasnya.
Dapatkan akses eksklusif ke berbagai layanan dan peluang kolaborasi
Kartu keanggotaan digital dengan QR Code untuk verifikasi dan akses layanan eksklusif.
Platform jual-beli eksklusif antar anggota untuk bahan baku dan peralatan dapur serta mendapat akses jaringan nasional.
Program pengembangan kapasitas untuk meningkatkan kualitas layanan dan bisnis.
Dengan kebutuhan yang besar dari berbagai daerah membuka peluang untuk ekspansi wilayah.
Untuk mendukung dan menjamin layanan sesuai standar yang diakui.
Untuk memberikan advokasi kepada stakeholders terkait hukum dan kebijakan.
Mengembangkan ekosistem pangan, rantai pasok dari hulu ke hilir untuk menyukseskan program MBG.
Menjembatani pengusaha rantai pasok dengan pengusaha pengelola dapur untuk memudahkan pengadaan dan jasa yang kompetitif.
Meningkatkan efisiensi dan ketepatan sasaran program MBG.
Bisnis
Bisnis
BisnisDaftarkan diri Anda sekarang dan jadilah bagian dari gerakan nasional untuk gizi Indonesia yang lebih baik.